Begini Cara Kerja Terapi Oksigen Hiperbarik

terapi-oksigen-hiperbarik

Terapi oksigen hiperbarik belakangan diperbincangkan menyusul kecelakaan di RSAL Mintohardjo yang menelan korban sebanyak empat orang meninggal dunia. Pasien yang ada di dalam tabung hiperbarik terbakar dan tidak dapat diselamatkan.

Para korban adalah pasien yang sedang menjalani salah satu terapi terbaik yang ada, terapi oksigen dengan menggunakan alat bernama hiperbarik. Lalu, bagaiman cara kerja terapi hiperbarik? Berikut uraian mengenai terapi oksigen hiperbalik

Apa itu terapi oksigen hiperbarik?

Terapi oksigen hiperbarik merupakan salah satu cara pengobatan dengan menghirup oksigen murni dalam ruang udara bertekanan tinggi lebih dari 1 Atmosfer Absolut. Biasanya terapi ini untuk penyakit penyelaman dan terapi tambahan pada berbagai penyakit klinis, seperti infeksi serius, adanya gelembung udara dalam pembuluh darah, luka akibat diabetes yang sulit sembuh, hingga cedera radiasi.

Dalam ruang terapi oksigen hiperbarik atau chamber, tekanan udara meningkat hingga tiga kali lebih tinggi dari tekanan udara normal. Dengan kondisi tersebut, paru-paru dapat mengumpulkan lebih banyak oksigen murni yang dihirup daripada jika menghirupnya dalam tekanan udara normal.

Aliran darah akan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Inilah yang kemudian akan melawan bakteri dan merangsang pelepasan zat yang disebut sel induk, yang selanjutnya akan merangsang penyembuhan.

Mengapa terapi oksigen hiperbarik diperlukan?

Dengan adanya peningkatan oksigen dalam darah akan mengembalikan tingkat  normal gas dalam darah dan fungsi jaringan untuk mempercepat penyembuhan dan melawan infeksi. Jaringan tubuh membutuhkan pasokan oksigen yang cukup untuk dapat berfungsi dengan baik. Ketika jaringan terluka, maka akan membutuhkan lebih banyak oksigen untuk bertahan hidup.

Ada beberapa kondisi medis yang bisa diobati dengan terapi oksigen hiperbarik, seperti :
- Anemia berat
- Abses otak
- Gelembung udara dalam pembuluh darah
- Luka bakar
- Keracunan karbonmonoksida
- Mengobati cidera
- Kehilangan pendengaran tiba-tiba
- Infeksi kulit dan tulang yang disebabkan jaringan mati
- Luka karena diabetes
- Cedera radiasi
- Kelihatan penglihatan tanpa rasa sakit

Terapi oksigen hiperbarik juga efektif mengobati beberapa penyakit berikut:
- AIDS/ HIV
- Alzheimer
- Arthritis
- Asma
- Bell’s palsy
- Cedera otak
- Kanker
- Cerebral palsy
- Sakit kepala berat
- Depresi
- Migrain
- Stroke
- Cedera olahraga, dan sebagainya.

Risiko yang bisa muncul dari terapi oksigen hiperbarik

Komplikasi jarang terjadi saat terapi ini. Namun terapi oksigen hiperbarik ini tetap memiliki beberapa risiko, diantaranya :

  • Rabun jauh sementara yang disebabkan oleh adanya perubahan lensa mata.
  • Cedera telinga bagian tengah, termasuk risiko gendang telinga pecah, karena meningkatnya tekanan udara.
  • Kolaps paru yang disebabkan oleh perubahan tekanan udara.
  • Kejang, akibat terlalu banyak oksigen dalam sistem saraf pusat.
  • Dalam kondisi tertentu bisa terjadi kebakaran karena ruangan atau chamber yang dipenuhi oksigen.

Ruang atau chamber terapi hiperbarik tentu memiliki kadar oksigen murni yang tinggi hingga sensitif pada api. Oleh karena itu berbagai benda seperti korek api atau perangkat bertenaga baterai harus dihindari di ruang terapi oksigen hiperbarik. Saat terapi berlangsung, pasien dan petugas tak boleh membawa peralatan elektronik, juga perawatan rambut dan tubuh yang mengandung minyak bumi dan dapat menjadi sumber api.(kompas.com)
Tag : Artikel, News, Ragam
0 Komentar untuk "Begini Cara Kerja Terapi Oksigen Hiperbarik"

Back To Top