Deteksi Dini Penyakit Akibat Kerja untuk Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Tidak bisa dipungkiri sumber daya manusia adalah hal terpenting dalam sebuah perusahaan. Manejemen SDM yang baik akan meningkatkan produktivitas tidak hanya karyawan namun juga bagi perusahaan.

Produktivitas tersebut dapat aplikasi melalui penerapan program K3 di perusahaan. Penerapan program K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di perusahaan merupakan sebuah tanggung jawab bagi perusahaan agar senantiasa peduli terhadap karyawan.

Laboratorium Klinik CITO mencermati hal tersebut sebagai hal yang perlu untuk diketahui oleh semua perusahaan, maka pada hari Rabu tanggal 10 Juni 2015 di Ballroom Hotel Pandanaran Semarang diadakan Seminar HR (Human Resources) Deteksi Dini Penyakit Akibat Kerja untuk Meningkatkan Produktivitas Karyawan yang dihadiri oleh sekitar 100 praktisi HRD, HSE dan juga dokter perusahaan di area Semarang dan sekitarnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Ibu Esti Triany Listiawati yang membacakan sambutan dari Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi dan Kependudukan Propinsi Jawa Tengah, menyatakan bahwa untuk mencapai produktivitas tenaga kerja maka perlu diadakan tes kesehatan calon karyawan, pemeriksaan kesehatan berkala maupun pemeriksaan berkaitan dengan evaluasi terhadap pekerjaan yang beresikountuk tetap menjaga produktivitas kerja. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan adalah pemeriksaan kesegaran jasmani, pemeriksaan kesehatan. Dengan seminar ini diharapkan semua perusahaan bisa lebih meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan kerja masing-masing.

Seminar Deteksi Dini Penyakit Akibat Kerja untuk Meningkatkan Produktivitas Karyawan dipandu oleh moderator B. Natalia Sari Pujiastuti (Naneth), dan sebagai narasumber untuk seminar tersebut adalah dr Dwi Wahyu Bayu Kuntoro, dokter perusahaan PT Medco Power Indonesia yang selama ini perusahaan tersebut rutin melakukan medical check up (MCU). Beliau menyatakan bahwa MCU sangat penting untuk perusahaan, tidak hanya untuk memenuhi regulasi pemerintah namun yang perlu diperhatikan dalam memilih provider MCU. Provider MCU yang baik adalah yang telah memiliki ijin operasional, ijin PJK3, kompetensi petugas pelaksana, dan telah melakukan kalibrasi peralatan. Hal penting lainnya adalah hasil dari MCU dapat memberikan feedback baik bagi karyawan itu sendiri, juga rekomendasi pada managemen perusahaan.

Narasumber selanjutnya MCU ditinjau dari Occupational Health Environment disampaikan dr. Stevens Bernado Kristanto, Sp.Ok, yang perlu diketahui sebelum MCU adalah mengetahui pajanan-pajanan yang berpengaruh terhadap pekerjaan tersebut, agar nantinya akan lebih jelas dan tepat dalam menganalisa hasil MCU serta lebih mudah untuk mendeteksi penyakit akibat kerja.

dr. Dyah Anggraeni, M.Kes Sp.PK, dari Laboratorium Klinik CITO,  memaparkan bahwa secara persyaratan sebagai laboratorium pemberi jasa layanan MCU, Laboratorium Klinik CITO telah memenuhi semua persyaratan, dan pelaksanaan bisa dilakukan baik inside maupun onside dengan tidak mengurangi mutu layanan.

Selain itu untuk memenuhi kebutuhan perusahaan mengenai hasil MCU yang bisa secara detail mengetahui kondisi kesehatan karyawan, dan mempermudah bagi perusahaan dalam menganalisa hasil MCU maka Laboratorium Klinik CITO menyediakan CD interaktif sebagai bentuk feedback yang diberikan kepada perusahaan yang melakukan MCU, sehingga bisa ditindaklanjuti. Manfaat medical check up bagi perusahaan bukan hanya sekedar suatu rutinitas dan memenuhi ketentuan yang berlaku, namun dengan MCU diharapkan perusahan-perusahaan akan mempunyai karyawan yang sehat dan bugar sehingga akan menghasilkan produktivitas kerja yang bagus, hal tersebut dapat dilakukan dengan memilih provider MCU yang mampu memberikan benefit tidak hanya value bagi perusahaan.

Sumber
Tag : Karir, News
1 Komentar untuk "Deteksi Dini Penyakit Akibat Kerja untuk Meningkatkan Produktivitas Karyawan"

mantap dah ini artikelnya .. :)

Back To Top