Kenali Faktor Risiko Penyebab Kanker Payudara

Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang mematikan. Memang kanker payudara sering diderita oleh wanita, meskipun demikian penyakit ini juga dapat terjadi pada kaum pria. Minimnya pengetahuan mengenai penyakit ini menyebabkan banyak penderita yang baru menyadari jika dirinya terkena kanker payudara setelah stadium akhir.
Terkait : Penyakit Berbahaya yang Paling Sering Diderita Wanita

Penyebab spesifik kanker payudara memang masih belum diketahui, tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara.

Berikut ini faktor risiko penyakit kanker payudara yang dirangkum dari beberapa sumber.

Umur
Semakin bertambahnya umur, risiko kanker payudara akan meningkat. Di Amerika Serikat, 1 dari 227 wanita berusia sekitar 30 tahun didiagnosis dengan kanker payudara, sementara untuk wanita berusia di atas 70 tahun jumlahnya meningkat menjadi 1 dari 26 wanita.

Hamil usia dini
Organ yang terdapat pada sistem reproduksi wanita memerlukan waktu untuk berproses hingga akhirnya siap dibuahi. Namun, bika Anda hamil di usia dini akan memaksa sistem reproduksi bekerja sebelum mereka matang dengan sempurna. Salah satunya alat reproduksi yang berisiko yaitu payudara Anda.

Usia kehamilan
Risiko kanker payudara seorang wanita meningkat jika ia hamil pada usia di atas 30 tahun atau tidak memiliki anak sama sekali. Sebaliknya, risiko ini akan berkurang jika ia hamil dan memiliki anak pada usia sekitar 20 tahun.
Terkait : 5 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Kehamilan

Aktivitas menyusui
Menyusui sangat bermanfaat tak hanya bagi bayi, tetapi juga bagi para ibu. Diketahui menyusui dapat menurunkan risiko seorang wanita untuk terkena kanker payudara.

Riwayat keluarga dan faktor genetik
Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Jika Anda memiliki ibu atau saudara kandung yang mengidap kanker payudara, biasanya memiliki risiko lebih besar terhadap penyakit kanker payudara. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara.

Abnormal pubertas
Wanita yang mengalami pubertas terlalu awal atau terlalu lambat juga diyakini memiliki ketidakstabilan hormon yang dapat menimbulkan gangguan metabolisme. Wanita yang memiliki periode haid pertama kali pada usia di bawah 12 tahun memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi.

Merokok
Salah satu faktor yang meningkatkan risiko terkena kanker payudara adalah merokok atau menghirup asap rokok. Rokok mengandung nikotin yang terbukti dapat merusak sel dalam tubuh Anda.
Terkait : Bahaya Rokok bagi Wanita

Konsumsi alkohol
Mengkonsumsi minuman beralkohol lebih dari 1 gelas per hari akan meningkatkan risiko kanker payudara seorang wanita.

Usia menopause
Wanita yang mengalami menopause setelah berusia 55 tahun memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi.

Berat badan berlebih atau obesitas
Wanita dengan berat badan lebih atau obesitas merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Sebab kelebihan lemak tubuh dapat memicu peningkatan kadar hormon esterogen dan insulin yang diketahui dapat memicu kanker. Selain itu, wanita yang sudah menopause dan obesitas sangat berisiko untuk perkembangan sel-sel tumor pada payudara.
Terkait : Kenali Faktor Penyebab dan Bahaya Obesitas

Penggunaan hormon
Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement. Wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause.

Radiasi
Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur. Risiko kanker payudara seorang wanita akan meningkat jika ia sering terapi radiasi ke dada, terutama selama masa pubertas.

Kurang aktivitas fisik
Wanita yang tidak aktif secara fisik dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita, apa lagi jika wanita tersebut mempunyai berat badan berlebihan. Oleh sebab itu, biasakan untuk berolahraga teratur untuk membantu menurunkan risikonya.
Terkait : 10 Olahraga untuk Mencegah Kanker

Mutasi genetik
Wanita dengan mutasi pada gen BRCA1 atau BRCA2 sekitar 5 kali lebih mungkin didiagnosis dengan kanker payudara. Namun meskipun demikian, kurang dari 1 persen dari wanita memiliki mutasi ini.

Memiliki jaringan payudara padat
Risiko kanker payudara pada seorang wanita akan meningkat jika ia memiliki jaringan payudara yang lebih padat.

Adanya perubahan payudara non-kanker
Perubahan payudara non-kanker seperti hiperplasia atipikal (peningkatan jaringan payudara abnormal), karsinoma duktal in situ (sel-sel abnormal pada lapidan payudara) dan lobular karsinoma in situ (sel-sel abnormal dalam kelenjar penghasil susu), diketahui meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita.

Konsumsi obat DES
Seorang wanita yang mengkonsumsi obat DES (diethylstilbestrol) selama kehamilan untuk mencegah keguguran dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Kerja shif malam
Sumber dari Daily Mail menyebutkan bahwa wanita yang bekerja shift malam selama 30 tahun dua kali lebih mungkin untuk risiko kanker payudara, menurut penelitian. Cahaya buatan di malam hari dapat menghambat produksi melatonin yang diproduksi oleh kelenjar pineal di otak antara pukul 08.00 dan 09.00. Melatonin ialah hormon yang menentukan siklus pengatur pola tidur dan membantu menekan tumor. Melatonin yang rendah pada orang terkena cahaya di malam hari menyebabkan over produksi hormon esterogen, sehingga memicu kanker.
Terkait : Waspadai Penyakit Akibat Kerja

Penggunaan pil KB
Sumber dari Livestrong menyebut The Mayo Clinic dan American Cancer Society menjelaskan bahwa penggunaan pil KB dapat meningkatkan wanita terkena risiko kanker payudara. Sementara itu, risiko ini akan menurun secara otomatis bila penggunaan pil KB berhenti.

Aborsi
Sumber dari Bold Sky menyebutkan bahwa aborsi meningkatkan risiko kanker payudara. Saat wanita hamil, produksi estrogen akan meningkat. Peningkatan estrogen ini akan memicu pertumbuhan payudara. Kemudian akan terjadi proses laktasi dan pembentukan susu. Jika wanita hamil melakukan aborsi saat perkembangan janin sudah dimulai, maka peningkatan risiko kanker akan makin tinggi.

Sebelum terlambat, sebaiknya Anda mengetahui tentang apa saja yang menjadi faktor risiko wanita terkena kanker payudara. Jika terlambat, maka pengobatannya juga semakin sulit dilakukan dan semakin mahal pula biaya yang harus dikeluarkan oleh penderita. Lakukan kebiasan mudah yang bisa mencegah kanker.
0 Komentar untuk "Kenali Faktor Risiko Penyebab Kanker Payudara"

Back To Top