Obat Bius Penyebab Kematian Pasien RS Siloam Ditarik dari Peredaran

obat-bius-penyebab-kematian-rs-siloam
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah melakukan investigasi terhadap obat anestesi Buvanest Spinal produksi PT Kalbe Farma. Isi obat Buvanest Spinal tersebut diduga tidak sesuai atau tertukar dengan obat lain sehingga menyebabkan dua pasien di Rumah Sakit Siloam Karawaci, Tangerang meninggal dunia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga membenarkan adanya penarikan sukarela oleh pihak produsen terhadap obat anestesi Buvanest Spinal. Perusahaan farmasi Kalbe Farma sudah menarik produk obat anestesi Buvanest Spinal 0,5 persen Heavy 4 ml/5 (ABVSA) dengan nomor batch 630077. Penarikan ini diinformasikan melalui distributornya, PT Enseval Putra Megatrading, Tbk.

Asosiasi Farmasi Indonesia (GP Farmasi Indonesia) menyambut baik penarikan obat anestesi Buvanest Spinal produksi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dari pasaran. Meski begitu, GP Farmasi meminta penarikan obat itu dipercepat agar tak lagi ada korban jiwa.

Atas kasus ini, BPOM tak hanya membekukan izin edar Buvanest Spinal dan asam tranexamat, melainkan juga menghentikan proses fasilitas produksi untuk larutan injeksi PT Kalbe Farma.

Hasil pemeriksaan sementara, Buvanest Spinal yang diberikan ternyata bukan berisi Bupivacaine yang merupakan obat bius, akan tetapi berisi asam traneksamat golongan antifibrinolitik yang bekerja mengurangi pendarahan. Pihak RS Siloam mengaku sudah melakukan tindakan operasi sesuai prosedur.

Buvanest Spinal 0,5 persen Heavy merupakan obat injeksi yang mengandung Bupivacaine 5 mg/mL. Termasuk anestesi lokal yang digunakan dalam bedah urologi dan anggota gerak bawah, serta bedah abdomen (perut). Digunakan juga dalam persalinan sectio cesarea (bedah sesar).
0 Komentar untuk "Obat Bius Penyebab Kematian Pasien RS Siloam Ditarik dari Peredaran "

Back To Top