Tes Kesehatan Jarang Dilakukan, Penderita Hepatitis C di Indonesia Meningkat

penderita-hepatitis-c-meningkat
Kasus prevalensi hepatitis C yang ada di Indonesia semakin meningkat. Berdasarkan riset kesehatan dasar (riskesdas) Kementerian Kesehatan pada tahun 2013, penderita hepatitis mencapai 2,5 persen. Jumlah tersebut lebih banyak dari kasus pada tahun 2001 yang berada pada angka 2,1 persen.

Terkait : Tenaga Kesehatan Paling Rentan Tertular Hepatitis B

Kenaikan jumlah pengidap hepatitis C tersebut diungkapkan oleh Dr dr Andri Sanityoso, SpPD-KGEH, dari RSCM saat ditemui pada sidang disertasinya tentang pengobatan hepatitis C di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2015). Kasus hepatitis C lebih banyak terjadi pada masyarakat dari luar pulau Jawa. Faktor masyarakat yang masih jarang melakukan cek kesehatan disebut sebagai salah satu penyebabnya.

Terkait : 4 Alasan Mengapa Anda Harus Tes Hepatitis C

dr Andri mengatakan hepatitis C memang sulit terdeteksi sejak dini karena hampir tidak menimbulkan gejala. Seseorang mungkin hanya merasa lelah dan tidak mencurigai dirinya mengidap hepatitis sampai penyakit berkembang menjadi sirosis, gagal hati, atau kanker hati. Terkecuali kalau orang tersebut melakukan medical check up atau tes kesehatan baru bisa ketahuan.

Kebanyakan orang seperti yang dikatakan oleh dr Andri biasanya mengetahui tentang hepatitis C secara tidak sengaja, misalnya saat akan mendonorkan darah akan melalui berbagai tes kesehatan dan jika ada hepatitis maka darahnya akan ditolak.

Karena jarang terdeteksi, hepatitis yang merupakan penyakit menular menjadi lebih mudah menyebar. Disarankan bagi orang yang sering merasa lelah dan memiliki sakit mag berulang untuk melakukan tes kesehatan karena bisa jadi itu tanda hepatitis C.(sumber : http://health.detik.com)
Tag : News
0 Komentar untuk "Tes Kesehatan Jarang Dilakukan, Penderita Hepatitis C di Indonesia Meningkat"

Back To Top