Spanyol, Negara Pertama Ditemukannya Pasien Terinfeksi Virus Ebola di Luar Afrika

pasien-terinfeksi-virus-ebola-di-luar-afrika
Akhirnya, virus Ebola menyebar ke luar Afrika. Seorang perawat di rumah sakit di Madrid, Spanyol, jatuh sakit akibat terinfeksi virus Ebola. Pemerintah menyatakan kasus itu merupakan penularan pertama virus Ebola yang terjadi di luar Afrika. Si perawat dilaporkan mulai mengeluh demam pada 30 September, tetapi tidak memeriksakan diri ke rumah sakit sampai Minggu (5/10). Dia menjalani dua tes dan hasilnya menunjukkan terinfeksi virus Ebola.

Perawat itu merupakan anggota tim rumah sakit La Paz-Carlos III di Madrid yang pernah merawat dua pendeta Spanyol pasien Ebola, Miguel Pajares, 75, dan Manuel Garcia Viejo, 69. Pajares terinfeksi Ebola di Liberia dan wafat pada 12 Agustus, sedangkan Viejo terinfeksi Ebola saat berada di Sierra Leone dan meninggal pada 25 September.

Otoritas kesehatan Spanyol langsung melakukan pemantauan pada 30 orang yang mungkin pernah melakukan kontak dengan si perawat, termasuk rekan-rekan kerja dan suaminya. Dalam sebuah konferensi pers, Direktur Pelayanan Kesehatan Kota Madrid, Antonio Alemany, menyatakan perawat tersebut berstatus menikah tanpa anak dan kini tengah dirawat dalam ruang isolasi di sebuah rumah sakit di Alcorcon, di selatan Madrid.

Dengan terinfeksinya perawat di Spanyol tersebut, ancaman kian jelas bagi para petugas medis yang tidak didukung peralatan memadai seperti yang terjadi di klinik-klinik di Afrika Barat. Ancaman serupa bisa terjadi di pusat-pusat medis canggih termasuk di Eropa dan AS. Resiko terbesar dari semua wabah virus Ebola ialah petugas pelayanan kesehatan..

Sementara itu, wartawan foto asal AS yang terinfeksi Ebola di Liberia, Ashoka Mukpo, 33, masih menjalani perawatan di AS. Mukpo yang meliput berita di Liberia dirawat di Nebraska Medical Center, Omaha, Nebraska, AS. Ayah Mukpo, Dr Mitchell Levy, mengatakan Mukpo diduga terinfeksi Ebola setelah membantu membersihkan kendaraan dari korban Ebola yang tewas di Liberia. Presiden AS Barack Obama menyatakan pemerintahnya tengah mempertimbangkan perintah pemindaian secara ketat pada penumpang pesawat dari kawasan yang dilanda wabah Ebola.

Wabah Ebola yang tidak diduga telah menewaskan lebih dari 3.400 orang di Afrika Barat. Wabah itu menyedot perhatian serius akan kawasan tersebut. Ebola juga membuat jumlah petugas medis yang sakit dan meninggal bertambah.Bahkan lebih dari 370 petugas medis meninggal dunia akibat infeksi virus Ebola di Liberia, Guinea, dan Sierra Leone. Padahal jumlah dokter dan perawat di negaranegara tersebut masih terbatas.(mediaindonesia)
0 Komentar untuk "Spanyol, Negara Pertama Ditemukannya Pasien Terinfeksi Virus Ebola di Luar Afrika"

Back To Top