Tes untuk Deteksi Gagal Ginjal

tes-deteksi-gagal-ginjal
Fungsi ginjal sangat penting dalam sistem metabolik tubuh manusia. Selain menjadi organ penyaring racun dan zat-zat sisa dalam darah, ginjal juga berfungsi menjaga keseimbangan volume dan komposisi cairan tubuh, mengatur keseimbangan asam-basa, konsentrasi elektrolik, pengaturan tekanan darah, dan memproduksi vitamin D.

Untuk mengetahui kondisi ginjal, anda harus memeriksa secara klinis, karena penyakit ginjal pada tahap awal tidak ada keluhan atau gejala yang khusus.dengan begitu kita bisa menghambat kerusakan fungsi ginjal lebih lanjut ke tahap akhir, serta mencegah penyakit komplikasi lainnya (Baca : 6 Cara Kurangi Resiko Penyakit Ginjal).

Berikut ini, empat tes untuk deteksi gagal ginjal, yaitu:

1. Pemeriksaan tekanan darah

Jika tekanan darah Anda tinggi perlu diwaspadai ada gangguan pada ginjal. Karena hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah termasuk di ginjal.

2. Tes protein dalam urine

Untuk deteksi gagal ginjal lakukan tes kandungan protein dalam urine atau air seni. Dengan adanya sejumlah kecil protein dalam air seni merupakan tanda dini ganguan pada ginjal. Normalnya kadar albumin dalam urine sewaktu adalah < 20 mg albumin/g kreatinin, apabila kadar albumin dalam urine lebih dari nilai normal maka kondisi ini merupakan suatu indikasi adanya kebocoran ginjal.

3. Tes kreatinin dalam darah

Ginjal yang sehat berfungsi menyaring kreatinin (suatu produk sampah dari aktivitas otot atau racun hasil metabolisme yang dikeluarkan oleh ginjal) keluar dari darah. Lakukan tes darah di laboratorium, bila fungsi ginjal menurun maka kadar kreatinin darah bisa meningkat. Normalnya kreatinin dalam darah 0,6-1,2 mg per desiliter darah. Tapi bila fungsi ginjal terganggu maka ginjal tidak mampu mengeluarkan kreatinin yang optimal.

4. Tes laju filtrasi glomerular/Glomerular filtration rate (GFR)

Tes untuk deteksi gagal ginjal yang paling akurat adalah dengan melakukan tes laju filtrasi glomerular/Glomerular filtration rate (GFR). Cara ini dapat membantu dokter memastikan stadium penyakit ginjal penderita, dan merupakan cara terbaik untuk menilai fungsi ginjal. Nilai normalnya lebih dari 90 cc/menit/1,73m2 luas permukaan tubuh. Jika nilainya antara 60-89 cc/menit/1,73m2 sebaiknya dilakukan monitoring. Dan jika laju filtrasi glomerular kurang dari 60 cc/menit/1,73m2 selama 3 bulan berarti adanya gagal ginjal kronik.

Tes untuk deteksi gagal ginjal ini merupakan cara untuk mengetahui kesehatan ginjal Anda. Agar anda terhindar dari penyakit gagal ginjal, lakukan olahraga secara rutin, jalani gaya hidup sehat, berhenti merokok, jaga berat badan tetap ideal, hindari minuman alkohol, lakukan medical check up rutin, makan dengan komposisi berimbang dan minum air putih yang cukup serta mengetahui riwayat penyakit keluarga atau keturunan bisa mencegah penyakit ini dari awal.
Tag : Tes Darah
0 Komentar untuk "Tes untuk Deteksi Gagal Ginjal"

Back To Top