5 Jenis Antibodi dalam Tubuh

jenis-antibodi-dalam-tubuh
Antibodi disebut juga immunoglobulin (Ig) atau serum protein globulin adalah subtansi kimia berupa glikoprotein dengan struktur tertentu yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh sebagai respons terhadap keberadaan benda-benda asing atau antigen yang tidak dikehendaki oleh tubuh dan bersifat reaktif terhadap antigen tersebut. Contoh benda asing dan patogen, seperti bakteri, virus, jamur, parasit, dan racun.

Setiap antibodi dalam tubuh spesifik terhadap antigen jenis tertentu, jika pembentukan antibodi tidak sesuai dengan antigennya maka akan timbul masalah dimana sistem kekebalan tubuh tidak akan bekerja dengan baik dan tubuh akan rentan terhadap penyakit.

Selama kehamilan, janin dalam kandungan menerima antibodi ini melalui imunisasi pasif oleh sang ibu. Kemampuan pada sistem kekebalan tubuh bayi untuk secara mandiri mengembangkan antibodi ini kemudian berkembang selama satu atau dua tahun pertama kehidupan.

Berikut ini,  lima jenis Antibodi dalam tubuh yaitu  IgA, IgE, IgD, IgG, dan IgM,

1. Immunoglobulin A (IgA)

Terdapat pada beberapa bagian tubuh yang dilapisi oleh selaput lendir, misalnya hidung, mata, paru-paru, dan usus. Immunoglobulin A (IgA) juga ditemukan di dalam darah dan cairan tubuh lainnya, seperti air mata, air liur, ASI, getah lambung, dan sekresi usus.

Jenis antibodi ini juga melindungi janin dalam kandungan dari berbagai penyakit. IgA yang terdapat dalam ASI akan melindungi sistem pencernaan bayi terhadap mikroba karena tidak terdapat dalam tubuh bayi yang baru lahir.

2. Immunoglobulin D (IgD)

Jenis antibodi Immunoglobulin D atau IgD merupakan antibodi yang jumlahnya yang sangat sedikit terdapat dalam darah, getah bening, dan pada permukaan sel-sel B. Fungsi IgD adalah untuk mengaktifkan sel B. IgD ini bertindak dengan menempelkan dirinya pada permukaan sel T dan membantu menangkap antigen.

3. Immunoglobulin E (IgE)

Immunglobulin E atau IgE merupakan jenis antibodi dalam tubuh yang beredar dalam aliran darah dan terlibat dalam mempertahankan tubuh terhadap parasit dan alergen. Jenis antibodi ini kadang juga menimbulkan reaksi alergi akut pada tubuh. Oleh karena itu, tubuh seorang yang sedang mengalami alergi biasanya memiliki kadar IgE yang tinggi. IgE penting melawan infeksi parasit,

4. Immunoglobulin G (IgG)

Jenis antibodi IgG beredar dalam tubuh dan banyak terdapat pada darah, sistem getah bening, dan usus. IgG terbentuk 2-3 bulan setelah infeksi, kemudian kadarnya meninggi dalam satu bulan, menurun perlahan-lahan, dan terdapat selama bertahun-tahun dengan kadar yang rendah. Senyawa ini akan terbawa aliran darah langsung menuju tempat antigen berada dan menghambatnya begitu terdeteksi.

Jenis antibodi dalam tubuh ini memiliki efek kuat sebagai antibakteri maupun virus, serta menetralkan racun. IgG juga mampu menyelinap diantara sel-sel dan  menyingkirkan mikroorganisme yang masuk ke dalam sel-sel dan kulit.

Jenis antibodi dalam tubuh IgG merupakan satu-satunya antibodi yang dapat dipindahkan melalui plasenta dari ibu hamil ke janin dalam kandungannya untuk melindungi janin dari kemungkinannya infeksi yang menyebabkan kematian bayi sebelum lahir. Selanjutnya immunoglobulin dalam kolostrum (air susu ibu atau ASI yang pertama kali keluar), memberikan perlindungan kepada bayi terhadap infeksi sampai sistem kekebalan bayi dapat menghasilkan antibodi sendiri.

5. Immunoglobulin M (IgM)

Antibodi ini terdapat pada darah, getah bening, dan pada permukaan sel-sel B. Pada saat antigen masuk ke dalam tubuh, Immunoglobulin M (IgM) merupakan antibodi pertama yang dihasilkan tubuh untuk melawan antigen tersebut. IgM terbentuk segera setelah terjadi infeksi dan menetap selama 1-3 bulan, kemudian menghilang.

Janin dalam kandungan mampu memproduksi IgM pada umur kehamilan enam bulan. Jika janin terinfeksi kuman penyakit, produksi IgM janin akan meningkat. Jenis antibodi IgM banyak terdapat di dalam darah, tetapi dalam keadaan normal tidak ditemukan dalam organ maupun jaringan. Untuk mengetahui apakah janin telah terinfeksi atau tidak, dapat diketahui dari kadar IgM dalam darah.

Beberapa orang mengalami sistem antibodi dalam tubuh yang dimiliki keliru mengenali jaringan tubuh sendiri yang sehat sebagai zat berbahaya dan menghasilkan antibodi sebagai respon. Sehingga menjadi sejumlah gangguan autoimun seperti penyakit lupus eritematosus, penyakit Grave, dan tiroiditis Hashimoto, dan penyakit lainnya. (Berbagai sumber:ilustrasi:scienceclarified.com)

Tag : Artikel
0 Komentar untuk "5 Jenis Antibodi dalam Tubuh"

Back To Top