Seputar Penyakit ALS yang Mematikan

penyakit-amytrophic-lateral-sclerosis-(ALS)
Penyakit amytrophic lateral sclerosis (ALS) atau yang dikenal juga dengan penyakit Lou Gehrig belakangan ini banyak disebut karena menjadi alasan bagi banyak orang di berbagai belahan dunia untuk melakukan Ice Bucket Challenge.

Beberapa tokoh penting dari kalangan atlet, artis, pengusaha, hingga politisi belakangan ini ramai-ramai ikut serta dalam tantangan mandi es (Ice Bucket Challenge) seperti yang dilakukan Bill Gates, Mark Zuckerberg, Marissa Mayer (CEO Yahoo) hingga selebritis Indonesia seperti Jupe dan Luna Maya. Dalam tantangan tersebut, orang yang ikut serta akan menerima siraman air es di kepalanya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan dana dan kesadaran publik pada penyakit amytrophic lateral sclerosis (ALS).

ALS merupakan penyakit neurodegeneratif progresif yang menyerang sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang, khususnya saraf motorik. Tokoh terkenal yang diketahui menderita penyakit ini adalah Stephen Hawking

Untuk mengetahui lebih jauh seputar penyakit amytrophic lateral sclerosis (ALS), mungkin Anda perlu membaca beberapa poin berikut ini

1. Mempengaruhi tubuh dan pikiran
Penyakit ini menyerang sel saraf yang mengontrol gerak yang disadari, seperti menggerakkan kaki atau tangan, membuat ekspresi wajah, hingga bernapas. Meskipun tidak memengaruhi kecerdasan, tetapi beberapa orang dengan ALS mungkin akan mengalami depresi atau penurunan kemampuan kognitif, seperti mengambil keputusan dan mengingat.

2. Penyakit ini tidak selalu diturunkan
Hanya 5-10 persen dari seluruh kasus yang ada hubungannya dengan faktor keturunan. Namun, mayoritas 90 persen pasien dengan ALS tidak memiliki riwayat keluarga yang memiliki penyakit ini.

3. Lebih umum pada laki-laki dan orang Kaukasia
Penyakit ini lebih umum terjadi pada laki-laki di banding perempuan, serta lebih banyak orang Kaukasia yang mengalaminya dibandingkan dengan ras lainnya. Detailnya, lebih dari 20 persen penyakit ALS mungkin terjadi pada laki-laki, dan 93 persen orang yang tercatat menderita ALS adalah orang Kaukasia.
ALS paling banyak terjadi pada orang berusia antara 60-69 tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan usia yang lebih muda juga dapat terkena penyakti ini.

4. Gejala tidak tiba-tiba
Gejala yang diraskan sering kali datang tanpa disadari. Gejala awal ALS adalah menjadi sering tersandung, terlepas dan jatuhnya barang yang sedang dipegang, kesulitan mengancingkan baju, suara bicara menjadi parau yang aneh. Gejala lain adalah rasa lelah, kram pada ekstremitas, kedutan yang muncul dan berulang pada lokasi-lokasi otot tertentu, dan juga rasa melemahnya otot-otot tertentu.
Gejala yang umumnya muncul pada tahap berikutnya adalah kesulitan pada daerah seputar leher seperti menelan, mengunyah, dan berbicara, sulit membuka/menutup mulut dengan sempurna, tergigitnya dinding pipi, bibir, lidah, ketika merapatkan rahang, menutup kelopak mata dengan rapat, dan kesulitan pada ekstremitas seperti berjalan, mengangkat, menulis. Selain itu awalnya biasanya kram, otot tegang, serta kesulitan mengunyah dan menelan.
Lama-kelamaan, orang dengan ALS juga kehilangan kemampuan bernapas dan menelan. Kebanyakan orang akan meninggal dua sampai lima tahun ke depan setelah terdiagnosis, penyebabnya paling banyak karena gangguan pernapasan

5. Diagnosa
Proses degenerasi motor neuron berlangsung bertahap, sehingga pada awalnya gejalanya samar dan seandainya dirasakan, sering tidak dihiraukan. Gejala yang nampak juga bisa mirip dengan gejala penyakit lain. Oleh sebab itu amat sulit mendiagnosa ALS. Banyak diagnosa ALS diterima pasien ketika ALS sudah dalam tahap yang relatif lanjut.

Pada umumnya, saat berkunjung ke dokter, Anda akan diminta menceritakan sejarah keluhan Anda, tidak hanya apa yang Anda keluhkan saat itu. Bila dokter Anda dapat menduga beberapa kemungkinan masalah, dokter akan meminta pemeriksaan lebih lanjut seperti tes darah, urine, dan lain-lain. Beberapa di antaranya:

  • Pemeriksaan darah dan urine: terkadang ada kenaikan kreatinin kinase pada darah penderita motor neuron diseases (MND), walaupun ini bukan spesifik MND. Prosedur pemeriksaan darah dan urine terutama dilaksanakan untuk mengeliminasi penyebab lain selain ALS yang memberikan gejala dan tanda yang serupa
  • Scan otak dan tulang belakang menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI): teknik scanning menggunakan gelombang radio dan medan magnet yang kuat ini menghasilkan citra otak dan atau tulang belakang yang kemudian dibandingkan dengan kondisi normal atau sehat. Cara ini lebih untuk mendeteksi stroke, Alzheimer, Parkinson, atau tumor.
  • Electromyography (EMG): ini adalah teknik mengukur aktivitas kelistrikan dalam otot pada saat otot berkontraksi dan saat rileks. Jarum akan ditusukkan pada berbagai otot secara bergantian. Otot-otot yang kurang diimpuls menunjukkan aktivitas kelistrikan yang berbeda dari otot sehat, bahkan sebelum pasien merasakan kelemahan pada otot yang bersangkutan.
  • Nerve Conduction Test: ini untuk menguji seberapa cepat dan baik saraf meneruskan impuls listrik: apakah ada penurunan laju rambat dan kekuatan impuls.

Pada umumnya hasil yang positif pemeriksaan tahap awal akan memasukkan pasien pada kategori  “kemungkinan ALS”. Konfirmasi diagnosa akan diberikan beberapa bulan kemudian apabila terlihat adanya progres ALS seperti pelemahan otot, pengecilan otot, kedutan, otot kaku, dan lain-lain, pada lebih dari 3 bagian tubuh. Semoga artikel seputar penyakit ALS menambah pengetahuan anda.(Sumber : kompas.com;alsnstars.wordpress.com/
0 Komentar untuk "Seputar Penyakit ALS yang Mematikan"

Back To Top