Manfaat Tes Darah, dari Deteksi Kanker Hingga Kematian

manfaat-tes-darah
Para ilmuwan dan peneliti sejak lama mengakui bahwa tes darah sebagai salah satu prosedur yang paling bermanfaat bagi manusia, di samping tes urin atau air seni. Salah satu fungsi utamanya adalah untuk mengecek kadar glukosa dalam tubuh agar seseorang terhindar dari efek samping sakit gula.

Selain itu ternyata tes darah juga memiliki kegunaan lain yang mungkin tak pernah diduga-duga sebelumnya. Kegunaan seperti apa yang dimaksud? Berikut ini manfaat tes darah, dari mendeteksi kanker hingga mengetahui kematian seperti dirangkum detikHealth.

1. Mendeteksi 14 jenis kanker

Risiko kanker memang dapat diprediksi dengan tes darah, namun belum semua jenis kanker bisa diketahui dari tes sederhana ini. Tapi tim peneliti dari Arizona State University berhasil mengembangkan tes darah yang dapat mendeteksi 14 jenis kanker yang berbeda, mulai dari kanker paru hingga prostat.

Menurut peneliti, di dalam darah manusia ada 'immunosignature' yang tak ubahnya sidik jari. Bedanya, 'immunosignature' membedakan penyakit yang diidap satu orang dengan lainnya.

Ketua tim peneliti, Prof Phillip Stafford bahkan mengklaim tes darah yang dikembangkan timnya dari Biodesign Institute, Arizona State University ini memiliki tingkat akurasi hingga mencapai 98 persen.

2. Bunuh diri

Menurut Zachary Kaminsky dari Johns Hopkins University's School of Medicine, dari tes darah dokter bisa mengamati gerak-gerik dari gen yang disebut dengan SKA2. Gen ini bertugas membantu otak dalam mengatur tingkat stres yang dirasakan seseorang, termasuk mengontrol pikiran negatif dan perilaku impulsif.

"Bila gennya ini abnormal, maka orang yang bersangkutan lebih kesulitan dalam merespons stres, sehingga ada kemungkinan terpikir atau mencoba bunuh diri. Dengan adanya tes ini, kami merasa mampu mencegahnya untuk benar-benar bunuh diri, atau setidaknya melakukan intervensi dini," katanya. Konon tingkat akurasi tes ini mencapai 80 persen.

3. Alzheimer

Penurunan kognitif sejatinya pasti terjadi, namun setidaknya orang-orang yang kemungkinan terkena Alzheimer sudah bisa dicek hanya dengan menggunakan tes darah. Tak tanggung-tanggung, tingkat akurasinya diklaim mencapai 87 persen.

Tim peneliti dari University of Oxford mengaku tes ini dapat mendeteksi pengendapan protein tertentu dalam darah yang selama ini dipercaya dapat menjadi penanda adanya gangguan kognitif ringan pada orang-orang paruh baya atau lansia. Padahal penderita gangguan kognitif ringan dini berisiko terkena Alzheimer setahun setelah gangguan tersebut menyerangnya.

4. Kelahiran prematur

Menurut sejumlah studi, lima persen wanita hamil yang mengalami kontraksi dini diprediksi akan melahirkan secara prematur dalam kurun 10 hari pasca kontraksi. Hanya saja belum ada metode yang bisa memastikan apakah wanita yang kontraksi itu pasti melahirkan secara prematur atau kontraksinya akan hilang dengan sendirinya.

Untuk itu tim peneliti dari Lunenfeld-Tanenbaum Research Institute, Mount Sinai Hospital Toronto membuat tes darah yang diklaim dapat memberikan prediksi tersebut.

"Dari data terindikasi bahwa ada sebuah penanda yang terkandung dalam darah si bumil yang 'terancam' melahirkan secara prematur, yang ternyata dapat dipakai untuk memprediksi apakah ia akan benar-benar melahirkan atau tidak," tegas salah satu peneliti, Prof Stephen Lye.

5. Stroke

Biasanya stroke baru bisa terdeteksi lewat hasil pencitraan otak alias CT scan dan MRI. Akan tetapi tim peneliti dari Penn State College of Medicine, Hershey menemukan stroke iskemik atau jenis stroke yang paling sering ditemukan, dapat diprediksi dengan tes darah.

"Ternyata ketika aliran darah ke otak terganggu (akibat stroke), otak akan melepaskan salah satu senyawa kimianya yang disebut glutamat dengan cepat ke aliran darah," ujar peneliti Kerstin Betterman, MD, PhD.

Saat riset berlangsung, peneliti juga telah memastikan apakah partisipan benar-benar terserang stroke atau tidak dengan CT can dan MRI. Dan ternyata setelah satu jam, kadar glutamat mulai meningkat pada pasien yang mengalami stroke.

"Ada perbedaan kadar glutamat yang signifikan antara pasien stroke iskemik dengan kelompok lainnya," kata Bettermann.

6. Kematian

Tak ada yang tahu kapan manusia akan mengalami kematian, kecuali Tuhan. Namun ada saja manusia yang iseng mencari cara untuk memprediksi kapan ia akan mati. Konon salah satu penanda kematian ini ada di dalam aliran darah.

Dalam jurnal PLoS Medicine dilaporkan bahwa tim peneliti berhasil menemukan empat biomarker yang menjadi indikator kematian seseorang. Keempatnya dikatakan memiliki hubungan yang erat dengan faktor-faktor yang biasa menyebabkan penyakit kronis seperti jantung atau kanker.

Untuk mempermudah penghitungannya, peneliti juga menciptakan indeks dari keempat biomaker ini. Dan barangsiapa yang keempat biomarkernya berada dalam indeks tertentu, ia memiliki kemungkinan 19 kali lebih besar untuk meninggal dunia dalam kurun lima tahun setelah sampel darahnya diambil.

Semaga artikel manfaat tes darah dari deteksi kanker hingga kematian bermanfaat. Tetap jaga kesehatan dengan gaya hidup sehat dari sekarang.


0 Komentar untuk "Manfaat Tes Darah, dari Deteksi Kanker Hingga Kematian"

Back To Top