Nikmati Indahnya Berbagi

indahnya-berbagi
Puasa bagi umat muslim bukan sekedar ritual menahan lapar di siang hari selama sebulan penuh. Lebih dari itu, bulan puasa menjadi momen yang tepat bagi semua orang memperbaiki diri. Hal yang bisa dilakukan selama bulan puasa dan membuat kita lebih baik adalah berbagi terhadap sesama.

Berbagi adalah sifat alamiah manusia. Bahkan dalam suatu studi, Alison Gopnik dari UC Berkeley menemukan bahwa bayi berumur 14 bulan pun akan berusaha mengulurkan tangannya tanpa perlu diminta, jika bayi tersebut merasa sang orang tua butuh bantuan. Tidak sekadar sifat alamiah, berbagi juga punya beragam manfaat. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari indahnya berbagi dengan sesama

1. Berbagi membuat kita merasa bahagia

Pada tahun 2008, Michael Norton dari Harvard Business School melakukan penelitian yang hasilnya menunjukkan bahwa memberikan uang kepada orang lain membuat partisipan lebih bahagia ketimbang menggunakan uang tersebut untuk dirinya sendiri.

Studi lainnya di tahun 2006 oleh Jorge Moll dari National Institutes of Health menemukan bahwa ketika seseorang melakukan donasi kepada suatu yayasan, beberapa area di otak yang terkait dengan kenyamanan, koneksi sosial, dan rasa percaya turut aktif dan menciptakan efek “warm glow.” Para peneliti juga percaya bahwa ketika melakukan tindakan altruistik, otak akan melepaskan endorfin, memproduksi perasaan positif yang disebut “helper’s high.” Fenomena tersebut dapat terjadi karena ketika menolong orang, otak memproduksi hormon dopamine yaitu hormon yang memberi perasaan bahagia dan keyakinan bahwa yang kita lakukan adalah hal yang benar serta hormon oxytocin yang dikenal dapat mengurangi stres, meningkatkan fungsi imunitas, dan mengembangkan rasa percaya dalam interaksi antar manusia.

2. Berbagi baik untuk kesehatan

Banyak penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sikap dermawan berkorelasi dengan kesehatan. Salah satunya adalah penelitian Stephanie Post yang dimuat dalam bukunya, Why Good Things Happen To Good People, yang menyatakan bahwa berbagi dengan sesama dapat meningkatkan kesehatan penderita penyakit kronis seperti HIV. Studi lainnya yang terkait dilakukan oleh Stephanie Brown dari University of Michigan pada tahun 2003 terhadap beberapa pasangan manula. Dalam penelitian tersebut, Stephanie menemukan bahwa manula yang menolong tetangga, teman, dan saudara, ataupun yang memberikan dukungan secara emosional kepada pasangannya, ternyata memiliki risiko lebih rendah untuk meninggal dunia di 5 tahun ke depan, dibandingkan dengan manula yang tidak memberikan bantuan praktikal maupun emosional kepada sesama.

3. Berbagi itu menular

Saat berbagi, kita tidak hanya menolong orang yang kita bantu secara langsung, melainkan juga secara tidak langsung kita menularkan sikap dermawan (generousity) kepada lingkungan sekitar kita. James Fowler dari University of Carolina dan Nicholas Christakis dari Harvard menemukan bahwa sikap dermawan (generous) yang dilakukan oleh seseorang akan menginspirasi orang di sekitarnya untuk ikut bersikap dermawan kepada orang lain. Lebih lanjut dinyatakan bahwa sikap dermawan yang dilakukan oleh 1 orang dalam jaringan dapat memengaruhi lusinan hingga ratusan orang lain yang mungkin tak dikenal dan tak pernah ditemui sebelumnya.

Dari bermacam manfaat sikap berbagi yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa tidak hanya bermanfaat bagi cause atau orang yang kita bantu, berbagi juga bermanfaat bagi diri kita sendiri. Bahkan, untuk mengurangi stres dan depresi, berbagi kepada sesama adalah obat yang jauh lebih murah dibanding obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.

Source
Tag : Inspirasi
0 Komentar untuk "Nikmati Indahnya Berbagi"

Back To Top