Virus Mers Semakin Mendunia

Akhir-akhir ini banyak dikabarkan mengenai sebuah virus mematikan yang berasal dari Timur Tengah, tepatnya Arab Saudi. Virus ini belum diketahui sumbernya namun telah memakan korban jiwa hingga lebih dari seratus orang. Virus itu dikenal sebagai Flu Onta atau Flu Arab dengan nama ilmiah Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Virus MERS diketahui mulai menyebar sejak September 2012 dan disebut-sebut saudara dari virus Severe Acut Respiratory Syndrome (SARS) atau infeksi saluran pernafasan atas menyerang wilayah Asia pada 2003. Meski demikian virus ini belum dianggap mematikan dibanding SARS yang telah menginfeksi 8.273 orang dan hampir sepuluh persennya meninggal.

Tanda-tanda MERS hampir mirip dengan flu biasa yang banyak dialami oleh manusia yaitu batuk, hidung tersumbat, sesak nafas, dan demam. Awalnya lembaga kesehatan dunia (WHO) menduga virus ini tak akan mewabah ke belahan dunia lain, namun data di lapangan membuktikan MERS telah menyebar dari Arab Saudi ke beberapa negara tetangganya seperti Mesir, Turki, Tunisia, hingga ke Eropa yakni Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris.

Kasus MERS ternyata juga ditemukan di Negara Bagian Indiana, Amerika Serikat seperti dilansir situs usatoday.com (5/5). Pasien rupanya seorang petugas kesehatan yang pernah tinggal dan bekerja di Saudi. Namun dilaporkan kondisinya mulai membaik sejak masuk rumah sakit April lalu.

Pasien yang terkena virus MERS rata-rata terpapar virus selama lima hari dengan masa inkubasi hingga 14 hari. MERS bisa menyebar melalui batuk atau bersin. Itu sebabnya penggunaan masker sangat diperlukan.

Meski berhasil ditangani, suatu saat virus itu bisa menyebar ke seluruh dunia dan akan ada yang membawanya. Oleh karena itu sebaiknya berhati-hati dengan penyakit ini sebab belum ada vaksinnya. Cuci tangan jika habis berinteraksi dengan orang lain dan gunakan masker.
0 Komentar untuk "Virus Mers Semakin Mendunia"

Back To Top