Tanam Bakau Wujud kepedulian Labkesmas Cito Terhadap Lingkungan

Dalam rangka HUT Laboratorium Kesehatan Masyarakat Cito yang ke-14 pada tanggal 20 April 2014, diperingati dengan mengadakan acara menanam bakau di area Konservasi Mangrove di Kelurahan Mangunharjo Mangkang, dengan tema Tanam 1000 Pohon Bakau, Selamatkan Semarang dari Rob. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 50 peserta yang terdiri dari karyawan dan keluarga. Acara ini dikoordinir oleh Bp. Sururi sebagai Konservator Mangrove Mangkang yang telah berpengalaman sejak 1997 dalam konservasi mangrove.

Acara berlangsung sejak pagi pukul 07.30 WIB dan berlangsung sekitar 2 jam. Awalnya peserta diberi pengarahan dulu oleh Bp. Sururi tentang cara-cara penanaman. Yang harus dipersiapkan adalah bibit bakau, ajir (tiang penguat dari bambu), dan cetok. Penanaman bakau dilakukan berjarak sekitar 30 cm, dan setiap lubang penanaman diisi dengan 2 bibit. Tingkat kehidupan bibit bakau ini sebesar 60%. Sekitar 2 bulan lagi baru bisa dilihat apakah bakau yang ditanam saat ini dapat tumbuh atau tidak.

Pada umumnya hal ini merupakan pengalaman pertama bagi para peserta, sehingga peserta sangat antusias dalam menanam bakau. Kotor karena lumpur pun tidak terlalu dipedulikan. Yang penting bisa memberikan manfaat untuk lingkungan, dan khususnya untuk Kota Semarang agar tidak rob lagi. Acara eco-wisata (wisata lingkungan) semacam ini, menurut pimpinan Labkesmas Cito, Sinta Saraswati, secara konsisten akan terus diupayakan oleh Labkesmas Cito sebagai laboratorium pengujian parameter kualitas lingkungan (kualitas air, udara, makanan) agar keberadaan Laboratorium yang berlokasi di Jl. Indraprasta 81-83 Semarang ini  dapat memberi manfaat sebesar-besarnya untuk lingkungan.

Tag : Gazebo Cito
1 Komentar untuk " Tanam Bakau Wujud kepedulian Labkesmas Cito Terhadap Lingkungan"

Nah ini aksi nyata buat buat bumi.

Back To Top