Klasifikasi Penyakit yang Digunakan di Indonesia

klasifikasi-penyakit-di-indonesia
Klasifikasi penyakit adalah salah satu cara untuk meningkatkan akurasi diagnosis menggunakan hasil-hasil dari pemeriksaan gejala, tanda, test, dan pembuatan kriteria diagnosis. Klasifikasi penyakit dapat dilakukan berdasarkan penyebabnya, patologi penyakit, organ yang terserang, cara pengobatannya, cara penularannya, cara masuk atau keluarnya penyakit dan faktor keterpaparan atau kepekaannya..

Untuk mempermudah dalam proses mengklasifikasikan penyakit, Indonesia menggunakan sistem informasi kesehatan yang mengacu pada International Statistical Classification of Diseases (ICD) yang telah ditetapkan dalam SK Menteri Kesehatan RI No.50/Menkes/SK/I/1998  atau lebih dikenal dengan nama Klasifikasi Internasional Penyakit (KIP/10).

Berikut ini klasifikasi penyakit yang digunakan di Indonesia dan pengkodean dalam ICD seperti yang diklasifikasikan oleh World Health Organization (WHO)

1. Penyakit infeksi dan parasit. (Kode : A00-B99)
Yang termasuk penyakit infeksi, antara lain : penyakit infeksi usus, tuberculosis, penyakit bakteri zoonotik, penyakit bakteri lainnya, hepatitis virus, infeksi virus pada system saraf, demam berdarah dengue, mikosis, penyakit protozoa, HIV-AIDS, dan lain-lain.

2. Neoplasma (Kode : C00-D48)
Yang termasuk neoplasma berdasarkan ICD-X yaitu neoplasma ganas, neoplasma in situ, neoplasma jinak, dan neoplasma sifat tidak tentu.

3. Penyakit darah dan organ pembentuk darah termasuk ganguan sistem imun. (Kode : D50-D89)
Beberapa contohnya yaitu : anemia defisiensi besi, anemia pernisiosa, anemia defisiensi asam folat, anemia hemolitik, anemia aplastik, DIC, purpura, dan beberapa kondisi perdarahan lainnya.

4. Penyakit endokrin, nutrisi dan gangguan imunitas.(Kode : E00-E90)
Yang termasuk penyakit endokrin, nutrisi dan gangguan imunitas menurut ICD-X antara lain: penyakit thyroid, diabetes melitus, malnutrisi, sindrom metabolik, dan lain-lain.
Penyakit endokrin yang paling banyak diderita yaitu diabetes melitus. Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat.

5. Ganguan jiwa dan prilaku (Kode : F00-F99)
Yang termasuk golongan ini, antara lain: gangguan mental organik, gangguan mental dan perilaku akibat zat psikoaktif, skizofrenia, gangguan skizotipal dan gangguan waham, gangguan suasana perasaan, perubahan kepribadian.
Salah satu yang banyak diderita adalah skizofrenia. Pada umumnya ditandai oleh penyimpangan yang fundamental dan karakteristik dari pikiran dan persepsi, serta oleh afek yang tidak wajar atau tumpul.

6. Gangguan sistem saraf (Kode : G00-G99)
Contoh gangguan system saraf menurut ICD-X antara lain: penyakit inflamasi pada system saraf pusat, gangguan pada ekstrapiramidal, penyakit degeneratif pada sistem saraf, polineuropati, cerebral palsy, penyakit pada sistem saraf lainnya.

7. Penyakit mata dan adnexa (Kode : H00-H59)
Yang termasuk kelompok ini antara lain: kelainan pada lensa, system lakrimal, konjungtiva, sclera, kornea, iris, badan ciliar, lensa, koroid dan retina, glaucoma, dan lain sebagainya.

8. Penyakit telinga dan processus mastoideus (Kode : H60-H95)
Yang termasuk dalam penyakit telinga dan processus mastoideus menurut ICD-X antara lain: penyakit telinga bagian luar, penyakit telinga bagian tengah dan mastoid, penyakit telinga bagian dalam, dan beberapa kelainan pada telinga.

9. Penyakit sistem peredaran darah/sirkulasi (Kode : I00-I99)
Contoh penyakitnya yaitu : demam rematik akut, penyakit jantung rematik, hipertensi, penyakit jantung iskemik, penyakit serebrovaskuler dan lain sebagainya.
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan penanggulangan yang baik. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi prevalensi hipertensi seperti ras, umur, obesitas, asupan garam yang tinggi dan adanya riwayat hipertensi dalam keluarga. 

10. Penyakit sistem pernapasan (Kode : J00-J99)
Yang termasuk penyakit system pernapasan menurut ICD-X antara lain: infeksi saluran pernafasan atas, influenza dan pneumonia, infeksi saluran pernafasan bawah, dan lain-lain.

11. Penyakit sistem pencernaan (Kode : K00-K93)
Yang termasuk penyakit system pencernaan beberapa diantaranya : penyakit pada esophagus, abdomen, duodenum, dan appendix, hernia, colitis, penyakit pada peritoneum dan lain-lain.
Penyakit sistem pencernaan yang paling banyak diderita di Indonesia adalah diare dan gastoenteritis. 

12. Penyakit pada kulit dan jaringan subcutaneous (Kode : L00-L99
Yang termasuk penyakit kulit dan jaringan menurut ICD-X antara lain: infeksi pada kulit dan jaringan subkutan, dermatitis dan eksema, urtikaria dan eritema dan lain-lain.

13. Penyakit sistem otot rangka dan jaringan (Kode : M00-M99)
Yang termasuk penyakit sistem otot rangka dan jaringan menurut ICD-X antara lain: arthropaties, dorsopathies, kelainan pada jaringan lunak, osteopathies dan chondropathies, dan lain-lain.

14. Penyakit sistem kencing dan kelamin (Kode : N00-N99)
Yang termasuk penyakit sistem kencing dan kelamin menurut ICD-X antara lain: penyakit glomerular, gagal ginjal, urolithiasis, penyakit pada ginjal dan ureter, infeksi pada organ pelvis, penyakit non-infeksi pada genital, dan lain-lain.

15. Komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas (Kode : O00-O99)
Yang termasuk komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas menurut ICD-X antara lain: kehamilan dengan abortus, udema, proteinuri, dan hipertensi pada kehamilan, ketuban pecah dini, infeksi intrapartum, dan lain-lain.

16. Keadaan yg berasal dari periode perinatal (Kode : P00-P96)
Yang termasuk keadaan tertentu yang berasal dari masa perinatal menurut ICD-X antara lain: trauma lahir, kelainan pada system pernafasan dan kardiovaskuler, infeksi spesifik pada periode perinatal, dan lain-lain.

17. Malformasi kongenital, deformitas dan abnormalitas kromosom.(Kode : Q00-Q99)
Yang termasuk malformasi kongenital, deformitas dan abnormalitas kromosom menurut ICD-X antara lain: malformasi kongenital pada sistem saraf, mata, telinga, wajah, sistem sirkulasi, sistem, pernafasan, organ genital, malformasi kongenital dan deformitas pada sistem muskuloskeletal, dan lain-lain.

18. Gejala, tanda dan hasil klinik, dan laboratorium abnormal yang tidak dapat diklasifikasikan.(Kode : R00-R99)

19. Keracunan, cedera dan beberapa penyebab dari luar (Kode : S00-T98)
Yang termasuk cedera dan keracunan menurut ICD-X antara lain: cedera pada kepala, leher, thorax, abdomen, tulang belakang, luka bakar, keracunan obat dan lain-lain.

20. Penyebab lain yang menyebabkan kecacatan dan kematian (Kode : V01-Y98)
Yang termasuk penyebab lain yang menyebabkan kecacatan dan kematian menurut ICD-X antara lain: kecelakaan transportasi, perbuatan yang disengaja yang merugikan diri sendiri, komplikasi akibat operasi, dan lain-lain.

21. Faktor-faktor yang memengaruhi status kesehatan dan hubungannya dengan jasa kesehatan (Kode : Z00-Z99)

22. Kode kegunaan khusus (Kode : U00-U99).

Semoga uraian klasifikasi penyakit yang digunakan di Indonesia diatas menambah wawasan anda. Tetap jaga kesehatan, karena kesehatan  merupakan investasi berharga. (id.wikipedia.org)

Tag : Penyakit
0 Komentar untuk "Klasifikasi Penyakit yang Digunakan di Indonesia"

Back To Top