Hakikat Sebenarnya Emansipasi Kartini

Setiap 21 April, kembali kita memperingati hari Kartini, hari emansipasi, atau hari kesetaraan gender setelah Kartini memperjuangkan kesempatan yang sama bagi kaum perempuan dalam segala bidang.

Emansipasi wanita menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sebuah proses pelepasan diri para wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah atau dari pengekangan hukum yang membatasi kemungkinan untuk berkembang dan untuk maju. 

Sayangnya, emansipasi kini menjadi salah kaprah, Banyak para wanita menuntut kesamaan hak dengan laki-laki dalam berbagai aspek. Mereka seakan-akan bersaing dengan laki-laki dalam bidang apapun. Tanpa disadari bahwa  laki-laki dan perempuan memanglah berbeda. Secara kedudukan mereka memang sama dan setara, tapi Tuhan sudah membekali laki-laki dan perempuan dengan keistimewaan masing-masing, sesuai dengan hak dan kewajiban masing-masing yang tidak bisa disamaratakan.

Sebuah penggalan surat Kartini pada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902, yang terdapat dalam Buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”. mematahkan itu semua. “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi, karena kami yakin pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”

Modernitas merupakani tantangan bagi wanita untuk lebih berperan sebagai seorang Kartini masa kini. Masalah ekonomi  jadi penyumbang terbesar terkurasnya perhatian seorang perempuan untuk bisa menampilkan jati diri sebagai seorang Kartini, selain gencarnya media menampilkan sosok perempuan idaman masa kini yang cenderung jauh dari nilai- nilai yang bisa memuliakan perempuan itu sendiri.

Baik dan buruk, kuat dan lemah, hina dan terhormatnya suatu bangsa sangat tergantung pada wanita-wanitanya, karena wanita adalah makhluk Tuhan yang memiliki peran sangat penting dalam mempersiapkan generasi peradaban, mendidik sebuah generasi, mencetak para ilmuwan yang berIntegritas, menanamkan dan memperkokoh nilai-nilai moral, menghiasi kehidupan dengan cinta, kasih sayang, dan kedamaian.

Semoga Kartini modern, tidak sekedar berprestasi dengan dasar emansipasi, tetapi tetap cerdas dan sadar dengan kodratnya. Selamat Hari Kartini

Tag : Inspirasi, Wanita
1 Komentar untuk "Hakikat Sebenarnya Emansipasi Kartini"

kalau semuanya bisa mengerti bagus sob :D

Back To Top