Dosen UGM Kembangkan Susu Kedelai untuk Gizi Anak Balita


Air susu ibu merupakan sumber zat gizi yang paling sempurna untuk enam bulan pertama kehidupan bayi. Namun, masih banyak ibu yang menganggap ASI-nya tidak cukup sehingga menambahkan susu formula. Padahal, sebagian besar susu bayi yang beredar di pasaran adalah impor dan harganya relatif mahal.

Di lain pihak, angka malnutrisi pada anak balita di Indonesia masih tinggi. Data Kementerian Kesehatan pada tahun 2012 menunjukkan, sedikitnya 900.000 anak balita di Indonesia mengalami kekurangan gizi. 

Prihatin dengan kondisi tersebut, Ir Indyah Sulistya Utamy, SU, dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, mengembangkan produk penunjang nutrisi alternatif berupa formulasi susu kedelai fermentasi. 

Menurut Indyah, kedelai fermentasi memiliki beberapa kelebihan dibandingkan susu murni sebagai bahan pokok pembuatan makanan bayi. "Selain susunan asam amino pada kedelai ekuivalen dengan susu murni, susu kedelai yang sudah difermentasi dapat mengurangi oligosakarida sehingga kandungan proteinnya lebih mudah dicerna," ujarnya. 

Agar bisa dibuat susu dalam bentuk bubuk, lanjut Indyah, susu kedelai yang sudah difermentasi selanjutnya masuk dalam proses penepungan. Hasil penepungan tersebut lalu dicampurkan dengan beras yang sudah difermentasi. 

“Karbohidrat didapatkan dari beras yang sudah difermentasi, sedangkan proteinnya dari kedelai,” paparnya. 

Untuk mendapatkan produk tersebut, Indyah telah melakukan penelitian selama tiga tahun. Tahun pertama, ia fokus pada bubuk kedelai. Tahun kedua, pengembangan pada kedelai fermentasi. Tahun ketiga, mencampurkan susu kedelai fermentasi dengan beras fermentasi. 

"Produk ini nantinya akan dikemas berupa minuman dengan bahan baku susu kedelai fermentasi yang dicampur dengan beras fermentasi. Juga akan ditambahkan, mineral dan vitamin sesuai standar makanan untuk anak balita," katanya.
Tag : News, Teknologi
0 Komentar untuk "Dosen UGM Kembangkan Susu Kedelai untuk Gizi Anak Balita"

Back To Top