Wanita Usia Lanjut Tetap Butuh Skrining Kanker

skrining kanker untuk wanita
Kanker serviks menempati urutan teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian wanita di seluruh dunia. Umumnya, kanker ini didiagnosa pada wanita di bawah umur 50 tahun.

Namun, skrining kanker serviks pada wanita di atas 50 tahun ternyata memiliki keuntungan, bahkan untuk wanita yang dinyatakan negatif kanker ini. Oleh karena itu, hasil sebuah studi menyimpulkan, wanita usia lanjut tetap butuh skrining kanker, dianjurkan hingga wanita berusia 69 tahun.

Studi yang dilakukan Peter Sasieni dari Queen Mary University London menguji hubungan antara skrining kanker yang dilakukan pada wanita usia 50-64 dengan kasus kanker serviks yang didiagnosa pada wanita berumur 65-83 tahun. Hasilnya, seperti yang dimuat di PLOS Medicine menyatakan, wanita yang tidak melakukan skrining di atas usia 50 tahun, memiliki risiko enam kali lipat didiagnosa kanker serviks, dibandingkan wanita 50-64 tahun yang melakukan skrining dan mendapatkan hasil negatif. Perbandingan angkanya adalah 49 versus 8 kasus kanker setiap 10.000 wanita selama periode 20 tahun. Sementara wanita yang memang memiliki riwayat kanker sebelumnya dan memiliki hasil skrining positif pada usia 50-64 tahun risikonya adalah 86 kasus setiap 10.000 wanita selama periode 20 tahun. 

Peneliti menyimpulkan bahwa skrining kanker serviks pada wanita usia 50-64 tahun memiliki dampak besar pada tingkat kejadian kanker serviks, tidak hanya pada wanita usia 50-64 tahun, tapi juga usia selanjutnya. 

Penulis studi seperti dilansir Eurekalert mengatakan skrining kanker sampai usia 65 tahun sangat mengurangi risiko kanker serviks pada dekade berikutnya. Proteksi terhadap kanker ini memang melemah, 15 tahun secara substansial setelah skrining terakhir. (tempo.co)
0 Komentar untuk "Wanita Usia Lanjut Tetap Butuh Skrining Kanker"

Back To Top