Dislipidemia, Pemicu Stroke di Usia Muda

dislipidemia
Remaja dengan berat badan berlebih atau obesitas bukanlah hal asing saat ini. Sayangnya, meski proporsi obesitas di Indonesia mencapai 1,5-5 persen dari jumlah total penduduk dan trennya terus meningkat, penyakit ini masih belum meningkatkan kewaspadaan pada orangtua akan berat badan anaknya.

Usia Paling Rawan Lelaki Menjadi Gemuk
Kenali Faktor Penyebab dan Bahaya Obesitas

Padahal, penanganan obesitas tidaklah sederhana. Terutama bila peningkatan berat badan dipicu oleh dislipidemia. Ini adalah gangguan metabolisme lipoprotein yang melibatkan peningkatan kadar kolesterol total, trigliserida, kolesterol low-density lipoprotein (LDL), atau penurunan kadar kolesterol high-density lipoprotein (HDL) dalam darah. Dislipidemia berkaitan dengan keberadaan genotipe apoliprotein (apo) E yang diturunkan dari kedua orangtuanya.

Dislipidemia mengakibatkan risiko remaja mengalami penyakit kardiovaskuler dini semakin meningkat.
Dislipidemia dapat diketahui melalui skrining genotipe untuk mengetahui adanya apo 2, 3, atau 4 yang ada pada tubuh remaja. Tiap jenis apo memiliki tindak penanganan sendiri, yang ditentukan dari efek pengaturan pola makan dan latihan fisik. Jenis apo tertentu harus dibantu obat untuk membantu menurunkan kadar lemak dalam tubuh.


Obat yang diberikan adalah statin yang dikonsumsi sesuai resep dokter. Perlakuan ini tidak diberikan untuk anak berusia kurang dari 10 tahun, karena dapat merusak keseimbangan hormon. Terapi ini berbeda pada tiap responden dan dilakukan dalam pengawasan dokter.
0 Komentar untuk "Dislipidemia, Pemicu Stroke di Usia Muda"

Back To Top