5 mitos keliru mengenai penyakit jantung

mitos-keliru-penyakit-jantung
Masih banyak orang yang mempercayai mitos tak benar seputar penyakit jantung yang membuat mereka menjadi tak waspada terhadap bahaya penyakit yang mematikan ini. Banyak orang yang mengira mereka mengetahui semua tentang penyakit jantung padahal sebenarnya yang mereka dengarkan hanya mitos belaka.

Lima mitos salah tentang penyakit jantung yang hingga saat ini masih dipercaya oleh banyak orang di dunia, yaitu :

1. Gejala utama serangan jantung adalah sakit pada dada

Sakit pada dada bukan satu-satunya tanda yang harus diwaspadai ketika seseorang terkena penyakit jantung. Serangan jantung bisa terjadi dengan berbagai cara dan ukuran. Biasanya rasa sakit akan terjadi pada bagian lain tubuh selain dada.

Serangan jantung bisa muncul dalam bentuk rasa sakit pada rahang, lengan, atau bahkan pada bagian tubuh lain yang bisa memburuk ketika bangun dan mereda saat Anda beristirahat. Meski banyak orang mengetahui bahwa sakit pada bagian dada merupakan gejala serangan jantung, sekitar 70 persen orang masih mengabaikan gejala serangan jantung lain dalam skala kecil. Beberapa tanda sakit jantung atau serangan jantung lain di antaranya adalah napas yang semakin pendek saat berolahraga, rasa lemah, dan kesulitan tidur.

2. Mengangap diet rendah lemak paling ampuh cegah penyakit jantung

Selama ini banyak orang percaya bahwa mereka bisa menurunkan risiko terkena penyakit jantung dengan cara menghindari lemak, tidak mengonsumsi daging, dan keju. Namun al ini tak sepenuhnya benar. Diet yang lebih fokus pada mengonsumsi banyak sayuran, buah-buahan, kacang, dan ikan lebih efektif untuk mencegah penyakit jantung dibandingkan diet rendah lemak.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Medicine mengungkap bahwa mikronutrisi pada sayuran, kacang, dan minyak zaitun sangat baik untuk melindungi jantung dari penyakit. Hal ini juga ditekankan oleh peneliti James Dalen dari University of Arizona College of Medicine. Namun diet kaya sayur yang dibarengi menghindari lemak juga semakin baik untuk menjaga kesehatan jantung.

3. Minyak ikan dan multivitamin bisa mencegah penyakit jantung

Multivitamin tak akan membantu Anda mencegah penyakit. Sebaliknya, multivitamin justru berisiko menyebabkan masalah kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. selama berdekade-dekade penelitian menyarankan orang untuk mengonsumsi berbagai macam vitamin, seperti vitamin E, minyak ikan, dan lainnya untuk mencegah penyakit jantung. Namun hal ini belum terbukti sepenuhnya.

Selain itu, mengonsumsi suplemen tanpa dibarengi dengan mengonsumsi makanan yang sehat tak akan bisa memberikan banyak manfaat. Suplemen tidak mengandung nutrisi yang ada dalam makanan dan dibutuhkan tubuh. Memang mengonsumsi suplemen dan multivitamin tak akan serta-merta merusak tubuh, namun juga tak memberikan banyak manfaat. Orang juga tak bisa sembarangan mengonsumsi vitamin karena jika berinteraksi dengan obat lainnya, multivitamin bisa memicu penyakit lain seperti lever dan gagal jantung. Jangan asal mengonsumsi multivitamin hanya karena ingin menjaga kesehatan jantung.

4. Tidak khawatir dengan konsumsi garam

Garam adalah salah satu penyedap dalam makanan. Tanpa garam, tentunya masakan akan terasa hambar. Meski begitu, bukan berarti mengonsumsi garam dalam jumlah berapapun aman untuk jantung Anda. Faktanya, banyak orang yang tak menyadari bahwa mereka sudah mengonsumsi lebih banyak garam dari jumlah yang seharusnya. Banyak yang tak menyadari bahwa garam sesungguhnya ada di mana-mana, seperti pada makanan kemasan, makanan kalengan, dan lainnya.

Mengonsumsi banyak garam akan meningkatkan tekanan darah dan pada gilirannya akan meningkatkan risiko sakit jantung. Sebuah penelitian pada tahun 2013 di Harvard Medical School memprediksi bahwa jika lebih banyak orang yang mengurangi konsumsi garam dalam satu tahun, maka akan lebih banyak nyawa yang bisa diselamatkan dalam kurun waktu sepuluh tahun.

5. Penyakit jantung disebabkan gen

Selama ini banyak orang yang merasa aman dari penyakit jantung karena mereka tak memiliki gen penyebab sakit jantung. Penyakit jantung memang bisa dipengaruhi oleh faktor genetik. Memiliki gen tertentu bisa meningkatkan risiko Anda terkena serangan jantung. Meski begitu, gen yang dimaksud di sini bukan satu mutasi gen seperti yang diperkirakan 59 persen orang. Risiko penyakit jantung bisa meningkat karena sekelompok gen yang mempengaruhi kinerja tubuh dalam memproses kolesterol atau kesehatan pembuluh darah.

Jika ingin mengetahui apakah Anda memiliki gen ini, perhatikan saudara tingkat pertama dalam keluarga Anda. Jika dia masih muda, memiliki gaya hidup aktif, sehat, namun terkena penyakit jantung, bisa jadi gen itu ada dalam diri Anda. Namun jika saudara yang terkena penyakit jantung adalah perokok dan memiliki gaya hidup tak sehat, bisa jadi bukan gen penyebabnya.

Meski memiliki gen yang membuat Anda lebih berisiko terkena sakit jantung, bukan berarti Anda akan langsung terkena. Penyakit jantung bisa dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat, rajin berolahraga, tidak merokok, dan menjaga pola makan Anda. Selain itu, pastikan juga untuk mengecek tekanan darah, kolesterol, dan kesehatan tubuh secara rutin.

Itulah beberapa mitos mengenai penyakit jantung yang masih banyak dipercaya orang dan jarang diketahui kebenarannya. Semoga bermanfaat.


Tag : Penyakit
0 Komentar untuk "5 mitos keliru mengenai penyakit jantung"

Back To Top