Dampak dari Banjir, Waspadai Penyakit Leptospirosis

Salah satu penyakit berbahaya saat banjir yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia adalah leptosiprosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dari jenis leptospira berbentuk spiral. Penyakit ini biasanya tersebar di kawasan tropis dan subtropis, terutama di daerah-daerah pasca banjir atau yang berdekatan dengan genangan air.
Infeksi bakterinya sendiri dapat menyebabkan gejala penyakit dari yang ringan seperti flu biasa sampai penyakit yang berat seperti penyakit kuning, perdarahan paru-paru, sampai gagal ginjal yang membahayakan jiwa.

Gejala penyakit leptospirosis

Kesulitan diagnosis terjadi karena gejala awal leptospirosis sama seperti gejala demam berdarah dan tifus, yaitu demam, nyeri kepala, dan sakit otot seperti layaknya penderita flu. Setelah terkena infeksi, manusia biasanya akan menderita gejala mirip flu selama kurang lebih 4-7 hari. Penderita akan mengalami sakit tenggorokan, nyeri dada, batuk-batuk, sakit kepala, takut cahaya, dan muntah darah. Setelah mengalami fase tersebut, biasanya kondisi penderita akan membaik selama 1-3 hari, sebelum memasuki fase kedua saat tubuh merespon infeksi tersebut dengan mengeluarkan pertahanannya. Pada fase kedua yang disebut fase imun, organ seperti hati, ginjal, mata, dan otak akan terganggu. Penderita juga akan mengalami penurunan nafsu makan, gangguan pencernaan, dan badan terasa lemah.

Pencegahan penyakit leptospirosis

Jauhi lokasi banjir atau genangan air kotor ketika sedang menderita luka terbuka di daerah yang mudah terkena air, seperti kaki atau tangan. Apabila memang harus melewati daerah tersebut, gunakan penutup pada luka misalnya seperti plastik tebal atau kalau perlu gunakan spatu boot agar tidak terkena air sehingga mengurangi resiko terkena bakteri berbahaya tersebut.

Namun bukan berarti penyakit tersebut hanya ada di daerah banjir saja, tikus yang kita jumpai di rumah-rumah bisa jadi air kencingnya mengandung bakteri leptospira. Jagalah kebersihan perabot di rumah, simpan perabot makan seperti piring, sendok, gelas dan lain-lain di tempat yang tidak memungkinkan tikus untuk mencapainya.

Angka kematian akibat leptospirosis di Indonesia termasuk tinggi, 2,50 hingga 16,45 persen. Pada penderita berumur lebih dari 50 tahun, tingkat kematian 56 persen. Penderita yang mengalami kerusakan hati, ditandai selaput mata berwarna kuning. Selalu jaga kebersihan dan selalau waspada 

.
Tag : Penyakit
0 Komentar untuk "Dampak dari Banjir, Waspadai Penyakit Leptospirosis"

Back To Top