Agar Tak Mati Muda karena Kebanyakan Duduk di Kantor

Duduk seharian di kantor tak hanya membuat pikiran pusing atau bosan, tapi juga membuat sulit bergerak untuk membakar kalori. Apalagi, sudah menjadi rahasia umum jika terlalu banyak duduk berefek negatif bagi kesehatan.


Studi yang diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine melibatkan 93.000 wanita menopause yang duduk lebih dari 11 jam sehari. Hasilnya, terdapat peningkatan semua penyakit penyebab kematian dini sampai 12 persen. Mereka meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, jantung koroner, dan kanker masing-masing sebesar 13 persen, 27 persen, dan 21 persen.

Studi lain dari Kansas State University yang mempelajari 194.545 pria dan wanita usia 45 menyimpulkan bahwa hanya dengan berdiri sepanjang hari bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, jantung, stroke, kanker payudara, dan kanker usus besar. Duduk kurang dari empat jam sehari terkait dengan penurunan penyakit kronis sampai 12 persen dan risiko diabetes sampai 25 persen.

Rebecca Seguin, PhD, asisten profesor ilmu gizi di Cornell's College of Human Ecology mengungkapkan idealnya, orang harus bangkit dari tempat duduk mereka selama lima sampai sepuluh menit dalam satu jam. Caranya bisa dengan melakukan peregangan, berjalan di tempat, atau berjalan keliling kantor.

Satu solusi sederhana jika Anda sering terjebak di balik meja kerja yaitu cobalah berdiri beberapa kali dalam satu kam. Jika dianggap kurang praktis, ahli fisiologi olahraga Tom Holland menyarankan gunakanlah tangga untuk naik ke lantai atas, gunakan headset dan berjalanlah di sekitar kantor saat ada panggilan telepon. Kegiatan ringan ini bisa membakar kalori yang bertambah dari waktu ke waktu ketika Anda di kantor.

Peneliti di Kansas State menemukan bahwa duduk dalam jangka waktu lama bisa menutup metabolisme dengan mematikan molekul yang disebut lipoprotein lipase atau LPL yang membantu tubuh menggunakan lemak untuk energi.(health.detik.com)
0 Komentar untuk "Agar Tak Mati Muda karena Kebanyakan Duduk di Kantor"

Back To Top