Pemuka Agama Menolak Pekan Kondom Nasional

Sejumlah tokoh agama menolak pembagian kondom gratis sebagai rangkaian kegiatan Pekan Kondom Nasional yang digagas Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kegiatan itu dinilai rentan disalahgunakan. 


Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengatakan, pembagian kondom gratis kepada masyarakat luas secara massal, termasuk kalangan remaja, sangat rentan disalahgunakan. Pihaknya menentang keras tindakan tersebut karena kontraproduktif dan mengesankan pemerintah merangsang masyarakat melakukan hubungan seksual di luar nikah. “Dengan diberi kondom gratis berarti mereka disuruh melakukan zina. Tindakan itu sangat keliru dan perlu ditentang,” tegas Malik.

Menurut dia, mestinya kondom tidak dibagikan secara massal, tapi diberikan kepada orang tertentu yang memang membutuhkan karena ikut program keluarga berencana atau mereka yang melakukan tindakan hubungan seksual di lokasi prostitusi dalam rangka memperkecil risiko penularan berbagai penyakit, termasuk HIV dan AIDS.
Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas mengecam keras langkah Kemenkes membagikan kondom secara gratis kepada masyarakat umum. Kendati Pekan Kondom Nasional digelar untuk tujuan baik, potensi penyalahgunaan dinilai jauh lebih besar dan berbahaya. Kegiatan tersebut dianggap sama dengan memberikan kemudahan bagi orang untuk melakukan hubungan seksual di luar nikah. 

Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali juga mengkritik program membagikan kondom gratis yang digagas Kemenkes dalam Pekan Kondom Nasional.Menteri agama menilai program pembagian kondom gratis dalam rangka menekan angka penyebaran HIV dan AIDS rawan disalahartikan, utamanya bagi kalangan remaja. "Pembagian kondom gratis ini rawan disalahtafsirkan, khususnya bagi generasi muda, membebaskan hubungan seksual asal menggunakan kondom,” kata Menag. 

Langkah terpenting untuk mencegah risiko penularan penyakit adalah menanamkan kesadaran individual, salah satunya melalui pendidikan agama dan penguatan moral generasi muda. Upaya yang dianggap tidak kalah penting adalah memberikan pemahaman bahaya hubungan seks bebas dan risiko terjangkit penyakit menular HIV dan AIDS. Sekretaris Jenderal Kemenkes Supriyantoro mengatakan, program Pekan Kondom Nasional bukan menjadi program Kemenkes, tetapi swasta. 

“Bu Menkes kirim e-mail kepada saya dan di sana dikatakan bahwa itu bukan program kita, tetapi swasta, yaitu DKT dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN),” tandas dia. Menurut dia, beberapa kegiatan yang baru pada tahun ini seperti mobil yang bergambar artis Julia Perez dengan gaya yang sensasional sudah diminta untuk diganti. 

Pekan Kondom Nasional yang digagas Kemenkes dan dilaksanakan KPAN itu digelar 1–7 Desember 2013. Kemenkes pun mengklarifikasi tentang event Pekan Kondom Nasional bahwa tidak ada program pembagian kondom hingga ke kampus, terlebih itu dilakukan pihak Kemenkes.
Tag : News
0 Komentar untuk "Pemuka Agama Menolak Pekan Kondom Nasional"

Back To Top