Angka Cakupan ASI di Indonesia Dibawah Target WHO

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, angka cakupan ASI di Indonesia hanya 42 persen. Angka ini di bawah target WHO yang mengharuskan cakupan ASI minimal 50 persen. Padahal, ASI memastikan kecukupan nutrisi pada anak untuk tumbuh kembang sekaligus memperkuat sistem imun tubuhnya.


Pengetahuan yang minim mengenai manfaat ASI yang kemudian menyebabkan ibu tidak berusaha maksimal memberikan ASI. Para Ibu di Indonesia lebih memilih yang praktis ketimbang repot memerah atau menyusui anaknya.

Air susu ibu merupakan hak anak. Orangtua yang tidak memberikan ASI sebetulnya bisa dikatakan melanggar hak anak. Di negara yang lebih maju, pelanggaran ini dapat dikenakan sanksi. Sayangnya, Indonesia belum menerapkan sanksi untuk ibu yang melanggar hak anak.

Sanksi sebetulnya tidak diperlukan bila orangtua mengerti manfaat ASI dan ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Apalagi riset tahun 2009 membuktikan, virus hepatitis C yang menginfeksi anak bisa inaktif berkat ASI. Hepatitis C sendiri besar kemungkinannya menyebabkan kanker hati (sirosis), dan sampai saat ini belum tersedia vaksin untuk mencegah serangan virus tersebut.

Manfaat ASI, tidak hanya semata meningkatkan IQ dan daya tahan tubuh. Pemberian ASI menentukan ikatan emosional antar anak dengan orangtua dan keluarga seutuhnya. Ibu yang rutin menyusui perlahan akan memahami sifat dan karakter anak, mengetahui arti tangisan, porsi minum, hingga kapan anak bisa diajak bermain.

Hal tersebut tentu berperan dalam pertumbuhan anak menjadi remaja. Anak yang dekat dengan keluarga relatif sanggup meminimalisasi paparan buruk lingkungan sekitar. Sehingga anak bisa tumbuh dewasa dengan sifat dan karakter positif.

Dengan kondisi ini, Kementerian Kesehatan RI melalui Direktur Bina Kesehatan Anak, akan mensosialisasi pengetahuan ASI ke dalam keluarga. Salah satunya dengan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), yang mengharuskan seluruh anggota keluarga termasuk tenaga kesehatan mengawasi kesehatan ibu dan anak. Buku ini akan dimodifikasi sehingga memuat tentang ASI, rencannya akan dibagikan pada awal 2014 bersamaan dengan dimulainya JKN. Buku ini nantinya akan dibagikan ke sentra layanan primer, misalnya puskesmas.

Buku KIA diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan ibu tentang ASI. Selanjutnya kesadaran pentingnya menyusui akan membaik yang berdampak pada meningkatnya angka cakupan ASI.


Tag : Artikel
0 Komentar untuk "Angka Cakupan ASI di Indonesia Dibawah Target WHO"

Back To Top