Sudahkah Anda Papsmear?

Pegal dan keputihan jangan dianggap sepele karena bisa menjadi gejala kanker serviks. Salah satu cara mencegahnya adalah rutin melakukan papsmear.

Kanker serviks merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia pada wanita. Penyakit yang disebabkan HPV ini berkembang di mulut rahim dan seringkali diketahui keberadaannya apabila sudah berada di stadium lanjut (setelah virus tersebut berkembang sekitar 10-20 tahun di mulut rahim). Oleh karena itulah, penyakit ini disebut sebagai silent killer , karena gejalanya yang baru bisa diketahui setelah Si Penderita berada di stadium lanjut.

Waspadai Gejala
Gejala terkena kanker serviks, Berikut ciri-cirinya:
  • Perdarahan pervagina paskasenggama atau spontan di luar haid.
  • Keputihan yang berulang, bau, gatal, atau panas.
  • Nyeri di panggul, pinggang, dan tungkai.
  • Gangguan berkemih dan pembesaran ginjal.
  • Nyeri di kandung kemih dan rektum atau anus.
  • Penurunan berat badan secara drastis.


Antisipasi Dini
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk bisa terbebas dari penyakit ini, yaitu :

1. Tes Pap (Papsmear)

Papsmear  adalah salah satu pemeriksaan untuk melihat apakah terjadi sel-sel abnormal, pra kanker, atau infeksi di leher rahim dengan cara mengambil lendir di leher rahim.

 Prosedur pelaksanaannya sendiri sangatlah mudah, cepat, dan tidak menyakitkan. Berikut caranya:
- 1-2 minggu setelah haid, pasien (usia 25-60) bisa datang ke dokter patologi dan anatomi atau bidan untuk melakukan papsmear (terutama wanita usia yang aktif berhubungan seksual).
- 1 hari sebelum pemeriksaan, jangan dulu melakukan hubungan seksual dan mencuci vaginanya dengan sabun, gel, dan lain-lain (cukup dengan air bersih), karena dapat mengacaukan hasil tes.
- Saat pemeriksaan, dokter/bidan akan mengambil pusaktan sel yang berada di batasan antara squamous sel dan kolumnar sel (sel kanker lebih senang berada di batasan itu) dengan Aylesbury spatula  atau endocervical brush .
- Lalu pusaktan sel diletakkan dalam gelas objek, dicampur dengan alkohol 70 persen, diberi pewarna, dan dikirim ke laboratoriun patologi dan anatomi.
- Hasil pemeriksaan biasanya akan keluar setelah 1 minggu dan selama itu pun pasien bisa beraktivitas seperti biasa.

Lalu apa yang dilakukan pasien jika pada leher rahimnya ditemukan sel pra kanker? Dokter/bidan pastinya akan langsung melakukan tindakan pengobatan. Untuk menghindar terjangkit dari penyakit ini, ada baiknya tiap wanita memeriksakan dirinya (melakukan papsmear) minimal 1 kali dalam setahun. Jika selama 3 tahun berturut-turut hasilnya normal, secara otomatis dokter akan mengurangi frekuensinya.

2. Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), Kolposkopi, dan Vaksin HPV

Cara ini bisa dilakukan oleh dokter, bidan, atau paramedik. Alat dan bahan yang digunakan hanyalah speculum vagina, asam asetat 3-5 persen, kapas lidi, dan meja pemeriksaan. Apabila dalam pulasan terjadi perubahan warna asam asetat (bercak putih), kemungkinan ada kelainan tahap prakanker serviks.

3. Kolposkopi

Pemeriksaan mulut rahim de­ngan menggunakan kamera pembesar.

4. Vaksin HPV

Yaitu dengan memasukkan serum antibodi ke dalam tubuh. Yang dimasukan adalah bagian dari virus HPV yaitu kulit/cangkang yang telah dipurifikasi dan dilarutkan dalam cairan tertentu sehingga merangsang tubuh untuk memproduksi antibodi atau zat kekebalan tubuh terhadap APV.


Pemberian vaksin dilakukan 3 kali, yakni di bulan 0, kedua, dan keenam (quadrivalent HPV vaksin yang dapat memberikan proteksi HPV tipe 16, 18 dan 6, 11 dari 100 tipe yang ada). Vaksin ini sudah beredar di Indonesia, hanya saja belum masuk dalam program Imunisasi Nasional.
Tag : Wanita
0 Komentar untuk "Sudahkah Anda Papsmear?"

Back To Top