Kesehatan Jiwa dan Lanjut Usia Sebagai Tema Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2013

Hari Kesehatan Jiwa sedunia jatuh tanggal 10 Oktober. Untuk tahun 2013, ''World Federation for Mental Health mengambil tema : ''Kesehatan Jiwa dan Lanjut Usia''.


Apa itu kesehatan, jika menarik definisinya, adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Ini berarti bahwa kesehatan mental/jiwa pempunyai peranan penting dalam kehidupan secara keseluruhan, juga perlunya memahami tingkat kepedulian yang sama antara kesehatan psikis dengan kesehatan fisik.

Populasi penduduk lanjut usia yang makin bertambah (batasan umum usia 60 tahun dan di atasnya) kesehatan jiwa pada lansia (lanjut usia) merupakan suatu problem kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian. Memang masih terdapat suatu kesan bahwa lansia sering dikaitkan dengan kondisi kelesuan, lamban dan pelupa, padahal penyakit/- gangguan jiwa pada lansia sebetulnya bukan sesuatu konsekuensi yang tidak bisa dihindari.

Seorang lansia sakit bukan karena usianya melainkan karena ada suatu penyebab patologis tertentu yang menjadi penyebabnya. Penyakit fisik sering menjadi faktor kontributif terhadap gangguan jiwa pada lansia. Sebaliknya gangguan jiwa dapat memperparah gejala dan gangguan fungsional yang berkaitan dengan penyakit fisik, menambah hari perawatan di RS dan akhirnya meningkatkan biaya perawatan.

Gangguan jiwa mempunyai dampak besar terhadap kemampuan lansia melakukan aktivitas dasar kehidupan sehari-hari, menambah ketergangtungannya, akhirnya mempengaruhi kualitas kehidupan. Adanya stigma (pandangan negatif) terhadap gangguan/penyakit jiwa, menyebabkan terlambatnya deteksi dan penanganannya.

Gangguan jiwa pada Lansia yang banyak dijumpai adalah :
- Demensia (Pikun) dengan berbagai penyebab - Depresi - Kecemasan - Beberapa manifestasi gangguan jiwa berat (gangguan psikotik), ditandai hilangnya kontak dengan realitas. Beberapa tanda peringatan Gejala dan tanda di bawah ini bukan ciri normal suatu proses menua, tapi merupakan petunjuk adanya tendensi suatu gangguan kesehatan jiwa yang perlu mendapat penanganan yang memadai dan sedini mungkin:
- Perasaan sedih/murung yang berlangsung lebih dari 2 minggu - Menangis yang tidak jelas sebabnya - Kehilangan minat dan kesenangan terhadap aktivitas yang selama ini bisa dinikmatinya - Kelelahan, hilang tenaga - Mudah tersinggung / marah - Berkurang / hilang nafsu makan, perubahan berat badan secara bermakna - Gangguan tidur / insomnia - Perasaan tidak berharga, pikiran bersalah yang irrasional - Pikiran tentang kematian, bunuh diri - Keluhan nyeri yang tidak khas, sembelit - Kebingungan, disorientasi. - Daya ingat sangat menurun - Menarik diri - Kemunduran aktivitas hidup sehari-hari dan perawatan diri

Tips Jaga Kesehatan
Menjaga kesehatan jiwa pada lansia perlu dilakukan. Perubahan fisik, mental dan sosial yang mempengaruhi kemampuan fungsional memang terjadi mengikuti proses menua. Perlu dilakukan langkah - langkah untuk menjaga kondisi kesehatan secara menyeluruh. Antara lain : Tetap aktif secara fisik / olah raga Olah raga dapat menjaga kepadatan tulang, keseimbangan tubuh dan mengurangi risiko terkena penyakit jantung, stroke dan kanker. Dalam hal ini berolah raga bukan sebagai atlet mau mencari prestasi/juara. Perlu konsultasi dengan dokter keluarga sebelum memulai dan memilih jenis olah raganya.
  1. Menjaga tekanan darah tidak tinggi. Apabila menderita tekanan darah tinggi/hipertensi, harus terus dijaga supaya tekanan darah tetap dalam batas normal. Hipertensi (tekanan darah 140/90 atau diatasnya) banyak dijumpai pada lansia. Dua pertiga lansia di atas 65 tahun menderita hipertensi. Hipertensi adalah faktor risiko kuat timbulnya penyakit jantung koroner dan stroke.
  2. Menjaga kadar kolesterol/lemak darah tidak tinggi. Kolesterol tinggi dapat merusak dinding pembuluh darah yang menjadi faktor risiko kuat terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke.
  3. 4. Makan banyak sayuran dan buah sebagai sumber vitamin, serat dan anti oksidan.
  4. 5. Karena lansia sering menderita berbagai penyakit bersamaan, perlu diperhatikan obat yang dikonsumsi. Kombinasi obat yang diminum juga bisa menjadi penyebab timbulnya gangguan jiwa.
  5. 6. Batasi minuman keras dan berhenti merokok
  6. 7. Menjaga kesehatan gigi dan mulut, berdampak pada pencernaan makanan. Infeksi gigi dan jaringan penunjangnya bisa menimbulkan komplikasi.
  7. 8. Menjaga kebugaran mental : Otak adalah pusat susunan syaraf yang berkaitan dengan fungsi mental, pengaturan pikiran dan emosi. Otak harus terus dipacu dengan berbagai aktivitas, umpama belajar sesuatu yang baru (musik, computer), membaca buku, mengisi teka teki silang, mengikuti seminar/ ceramah, menulis cerita. Maka harus dijaga jangan sampai kepala/jaringan otak terkena cedera.
  8. 9. Kurangi stress Stres tidak saja mempengaruhi fisik (umpama menaikkan tekanan darah, asam lambung), juga mempengaruhi cara berpikir, respon emosi, daya ingat. Kalau stress berlarut larut dapat menimbulkan gangguan cemas, depresi mental.
  9. 10. Tetap melakukan interaksi social Dukungan sosial dari keluarga, family, teman dapat menjaga kesehatan jiwa.

Aktivitas spiritual juga akan sangat bermanfaat. Memahami kesehatan jiwa pada masa lansia tentunya akan mendorong kita semua melangkah maju memasuki fase hidup manusia yang terakhir dengan tetap bergairah, menjadi pribadi yang sehat, bermartabat dan berguna.

– Dr Gunawan Laksmana, SpKJ, Psikiater di Semarang

Sumber : suaramerdeka.com


Tag : Artikel, News
0 Komentar untuk "Kesehatan Jiwa dan Lanjut Usia Sebagai Tema Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2013"

Back To Top