Rencana Menikah? Haruskah Periksa Kesehatan?

periksa-kesehatan-sebelum menikah
Moment pernikahan adalah hal yang membahagiakan dan ditungu-tunggu setiap pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Persiapan matang dan jauh-jauh hari sebelumnya dilakukan baik untuk acara pernikahan maupun persiapan fisik dan mental calon pengantin,  karena nantinya hal tersebut menjadi satu faktor terpenting dalam mewujudkan sebuah pernikahan dan keluarga yang bahagia.

Kenapa Periksa Kesehatan Pranikah ?

” Aku percaya pasanganku sehat-sehat saja, tidak berpenyakit yang membahayakan” ujar Lia uring-uringan ketika Sita sahabat karibnya menyarankan Lia dan pasangannya melakukan cek kesehatan pranikah.

Saran tersebut sebenarnya tidak salah, karena dengan melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah, calon pengantin telah melakukan tindakan preventif terhadap adanya kemungkinan penyakit bawaan dari keluarga masing-masing. Memang hal tersebut masih belum lazim dilakukan, bahkan  pada kalangan tertentu menganggap tabu karena dianggap membuka ’aib’ menelusuri riwayat kesehatan keluarga. Belum lagi ketakutan calon pengantin  bila pada hasil pemeriksaan kesehatan menemukan , penyakit, gangguan atau kelainan sehingga harus di batalkan. Selain itu biaya pemeriksaan kesehatan relative tidak bisa dibilang murah sehingga belum menjadi skala prioritas yang dutamakan.

Jangan sampai ada penyesalan setelah menikah, hanya gara-gara penyakit yang sebenarnya bisa jauh-jauh hari disembuhkan. Manfaat yang bisa diperoleh dari pemeriksaan kesehatan adalah :

1. Mengetahui kondisi pasangan serta proyeksi pernikahan yang berkaitan dengan masalah kesehatan reproduksi (fertilitas) dan genetika (keturunan)
2. Memperoleh kesiapan mental karena sudah mengetahui benar kondisi kesehatan calon pasangan hidupnya
3. Mengetahui penyakit-penyakit yang bila tidak segera ditanggulangi dapat membahayakan calon pasutri dan bakal keturunannya.

Rangkaian pemeriksaan kesehatan yang bisa dilakukan antara lain :

  • Pemeriksaan  analisa hematologi ( darah ) untuk mengetahui adanya kelainan penyakit darah
  • Pemeriksaan urinalisis lengkap, berguna memantau fungsi ginjal, penyakit berkaitan dengan ginjal juga saluran kemih
  • Pemeriksaan golongan darah dan rhesus berguna untuk calon janin
  • Periksaan HBs Ag, untuk mengetahui kemungkinan peradangan hati
  • Pemeriksaan VDRL , mengetahui adanya penyakit menular seksual
  • Pemeriksaan TORCH ( Toxoplasma, Rubella, CMV ), untuk mengetahui virus-virus yang dapat menganggu proses kehamilan, yang menyebabkan kelainan pada janin, keguguran maupun kelahiran prematur
  • Foto rontgen, untuk mengetahui penyakit-penyakit dan kelainan yang berkaitan dengan paru-paru.

Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan Pranikah?

Pemeriksaan pranikah idealnya dilakukan 6 bulan sebelum hari H pernikahan. Maksudnya agar tersedia waktu yang cukup untuk mengambil  tindakan pencegahan dan pengobatan. Namun ideal tersebut bersifat fleksibel, artinya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah tersebut dapat dilakukan kapanpun selama pernikaahan belum berlangsung.

Jika menemukan Permasalahan dari Hasil Pemeriksaan Kesehatan?

Bila ditemukan adanya penyakit-penyakit maupun kelainan-kelainan dari hasil pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, tindakan-tindakan yang bisa dilakukan antara lain :
  • Konsultasikan lebih lanjut ke dokter ahli yang berkaitan dengan penyakit-penyakit ataupun kelainan-kelainan
  • Melakukan pengobatan intensif terhadap penyakit tersebut sesuai dengan saran dari dokter
  • Mempersiapkan diri terhadap resiko yang mungkin muncul dari penyakit terkait dengan genetik  dan seandainya nanti anaknya menderita penyakit tersebut

Dengan menjalani pemeriksaan kesehatan pranikah, bukan berarti meragukan pasangan hidup, akan tetapi pencegahan jauh lebih baik dari pada pengobatan. Perlu diingat, apapun hasil pemeriksaan kesehatan, keputusan sepenuhnya  ada ditangan calon pengantin. Terkadang disinilah cinta dan ketulusan pasangan dibuktikan untuk kali pertama.

Tag : Tips Sehat
0 Komentar untuk "Rencana Menikah? Haruskah Periksa Kesehatan?"

Back To Top